Showing posts with label Fisika SMA X. Show all posts
Showing posts with label Fisika SMA X. Show all posts

Saturday, March 22, 2014

Analisis Dimensional


Analisis dimensional adalah suatu cara untuk menentukan satuan dari suatu besaran turunan, dengan cara memerhatikan dimensi besaran tersebut.
Contoh
Jika G merupakan suatu konstanta dari persamaan gaya tarik menarik antara dua benda yang bermassa m1 dan m2, serta terpisah jarak sejauh
r (F = G m1m2/), maka tentukan dimensi dan satuan G!
Diketahui    :    Persamaannya adalah F = G m1m2 /r2
Dimensi (gaya) F = [M] × [L][T]-2 (lihat Contoh sebelumnya)
Dimensi (massa) m = [M] (lihat  Contoh sebelumnya)
Dimensi (jarak) r = [L] (lihat  Contoh sebelumnya)
Ditanyakan :    a.    Dimensi G = ...?
b.    Satuan G    = ...?
Jawab    :
a.    F = G m1m2 /r2
                     G =Fr 2/ m1m2 , maka dimensinya adalah                                                                                            G =gaya × (jarak)2/ massa × massa
= [M] × [L][T]-2 [L]2 /  [M] × [M]
= [L]3 [T]-2/[M]
= [M]-1 [L]3 [T]-2
Jadi, dimensi konstanta G adalah [M]-1 [L]3 [T]-2.
b.    Karena dimensi G = [M]-1 [L]3 [T]-2, maka satuannya adalah
G    = [M]-1 [L]3 [T]-2      = kg-1 m3 s-2
Jadi, satuan konstanta G adalah kg-1 m3 s-2.
Menunjukkan Kesetaraan Beberapa Besaran

Selain digunakan untuk mencari satuan, dimensi juga dapat digunakan untuk menunjukkan kesetaraan beberapa besaran yang terlihat berbeda.
Contoh
Buktikan bahwa besaran usaha (W) memiliki kesetaraan dengan besaran energi kinetik (Ek)!
Diketahui    : Dimensi usaha (W)= [M] [L]2 [T]-2 (lihat Contoh 1.1)
Persamaan energi kinetik Ek = 1/mv2
Ditanyakan : Bukti kesetaraannya?
Jawab :
Dimensi usaha (W) = [M] [L]2 [T]-2
Angka setengah pada persamaan energi kinetik merupakan bilangan
tak berdimensi, sehingga dimensi energi kinetik menjadi sebagai
berikut.
Dimensi energi kinetik (Ek) = mv2
= massa × (kecepatan)2
= [M] × {[L] [T]-1}2= [M] [L]2 [T]-2
Jadi, karena nilai dimensi usaha (W) dan energi kinetik (Ek) sama, maka hal ini menunjukkan bahwa besaran usaha memiliki kesetaraan dengan besaran energi kinetik.

Besaran dan Satuan

Besaran dalam fisika diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur, serta memiliki nilai besaran (besar) dan satuan. Sedangkan satuan adalah sesuatu yang dapat digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Satuan Internasional (SI) merupakan satuan hasil konferensi para ilmuwan di Paris, yang membahas tentang berat dan ukuran. Berdasarkan satuannya besaran dibedakan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Selain itu, berdasarkan ada tidaknya arah, besaran juga dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran skalar dan besaran vektor (akan dibahas khusus pada subbab E).

1. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang digunakan sebagai dasar untuk menetapkan besaran yang lain. Satuan besaran pokok disebut satuan pokok dan telah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Besaran pokok bersifat bebas, artinya tidak bergantung pada besaran pokok yang lain. Pada Tabel 1.1 berikut, disajikan besaran pokok yang telah disepakati oleh para ilmuwan.

Tabel    Besaran-Besaran Pokok dan Satuan Internasionalnya (SI)


No
Nama Besaran
Pokok
Lambang Besaran
Pokok

Satuan
Lambang
Satuan
1.
Panjang
l
Meter
m
2.
Massa
m
Kilogram
kg
3.
Waktu
t
Sekon
s
4.
Kuat arus listrik
I
Ampere
A
5.
Suhu
t
Kelvin
K
6.
Intensitas cahaya
I
Kandela
cd
7.
Jumlah zat
n
Mole
Mol
8.
Sudut bidang datar
Radian
Rad *)
9.
Sudut ruang
Steradian
Sr *)



2. Besaran Turunan
Catatan: *) besaran pokok tambahan

Besaran turunan adalah besaran yang dapat diturunkan dari besaran pokok. Satuan besaran turunan disebut satuan turunan dan diperoleh dengan mengabungkan beberapa satuan besaran pokok. Berikut merupakan beberapa contoh besaran turunan beserta satuannya.

Tabel    Contoh Beberapa Besaran Turunan dan Satuannya


No
Nama Besaran
Turunan
Lambang Besaran
Turunan
Satuan
Turunan
1.
Luas
A
m2
2.
Kecepatan
V
ms-1
3.
Percepatan
A
ms-2
4.
Gaya
F
kg ms-2
5.
Tekanan
P
kg m-1s-2
6.
Usaha
W
kg m2s-2
Setya Nuracmandani

Monday, June 17, 2013

Gerak Melingkar

Gerak melingkar beraturan (GMB) merupakan gerak suatu benda yang menempuh lintasan melingkar dengan besar kecepatan tetap. Kecepatan pada GMB besarnya selalu tetap, namun arahnya selalu berubah, dan arah kecepatan selalu menyinggung lingkaran. Artinya, arah kecepatan (v) selalu tegak lurus dengan garis yang ditarik melalui pusat lingkaran ke titik tangkap vektor kecepatan pada saat itu.
Perhatikan gambar di atas! Saat pengendara "sepeda maut" mengitari gulungan lintasan maut, tekanan lintasan terhadap ban sepedanya menyebabkan timbulnya gaya sentripetal yang menariknya mengelilingi lintasan yang melingkar tersebut. Saat berada di bagian atas lintasan, gravitasi bumi menariknya ke bawah. Namun, kecenderungannya untuk bergerak mengikuti garis lurus (gaya sentrifugal) membuat sepedanya tertekan keluar menimpa lintasan.
Seember air yang diayunkan memutar di ujung tali tidak akan jatuh kalau ember tersebut digerakkan cukup cepat. Hal ini karena air tersebut "berusaha" terus bergerak mengikuti garis lurus dan karenanya mendorong ember yang menariknya memutar sehingga membentuk lingkaran (Peter Lafferty, 2000). Ember tersebut telah melakukan gerak melingkar.
Apa yang dimaksud dengan gerak melingkar? Pada bab II, Anda telah mempelajari tentang gerak yang mengalami percepatan pada lintasan garis lurus. Pada bab ini, Anda akan mempelajari gerak yang memiliki percepatan dengan arah lintasan yang melingkar. Gerak melingkar adalah gerak yang memiliki lintasan berupa lingkaran.
Pada gerak melingkar, arah gerak setiap saat berubah walaupun besar kecepatan dapat saja tetap. Arah kecepatan yang setiap saat berubah ini menga- kibatkan adanya percepatan yang senantiasa mengarah ke pusat lingkaran. Percepatan ini sering disebut sebagai percepatan sentripetal.
Contoh gerak melingkar dalam kehidupan sehari-hari adalah mobil yang menikung, gerak kincir angin, gerak bulan mengelilingi bumi, dan gerak roda sepeda yang berputar pada porosnya. Prinsip gerak melingkar juga banyak diterapkan pada mesin-mesin kendaraan atau pabrik. Secara tidak langsung, pemahaman tentang gerak melingkar telah memperingan kerja manusia. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengerti tentang gerak melingkar.
Besaran-Besaran Fisika dalam Gerak Melingkar adalah Periode (T) dan Frekuensi (f),
Kecepatan Linear, Kecepatan Sudut (Kecepatan Anguler), dan Percepatan Sentripetal,. Penjelasannya pada postingan berikutnya

Thursday, June 6, 2013

Pengertian Gaya dalam Fisika

Tahukah kamu, apa yang menyebabkan balon udara dapat bergerak ke atas?. Balon udara bergerak ke atas karena adanya tekanan udara yang menimbulkan dorongan pada balon. Dalam fisika, dorongan disebut dengan gaya. Selanjutnya gaya diartikan sebagai tarikan atau dorongan
Gaya menyebabkan benda diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Dalam hal ini gaya menyebabkan perubahan gerak benda. Selain itu gaya juga dapat menyebabkan perubahan bentuk, misalnya plastisin yang ditekan akan berubah bentuk. Jadi, gaya dapat merubah gerak ataupun bentuk benda
Tahukah kamu apa yang menyebabkan mobil dapat berjalan, apapula yang menyebabkan mobil dapat berhenti?. Mobil berjalan karena gaya dorong mesin dan berhenti karena gaya rem. Gaya seperti ini disebut dengan gaya kontak, yaitu gaya bekerja pada suatu benda melalui kontak (sentuh) langsung antara benda.
Selain gaya kontak adapula gaya tak kontak (tak sentuh), yaitu gaya yang bekerja tanpa melalui sentuhan (kontak) dengan benda. Apa yang menyebabkan seorang penerjun dapat meluncur ke bawah?. Apa pula yang menyebabkan sebuah apel jatuh ketanah? Benda jatuh karena gaya gravitasi bumi. Gaya gravitasi adalah contoh gaya tak sentuk. Contoh gaya tak sentuh lain adalah gaya listrik dan gaya magnet.
Gaya termasuk besaran vektor yaitu selain memiliki nilai juga memiliki arah. Gaya ini diukur dengan menggunakan alat yang disebut dinamometer atau neraca pegas. Satuan gaya dalam SI adalah newton yang disingkat N. Sedangkan satuan gaya dalam cgs adalah dyne.
1 N = 105 dyne
Rumus gaya
Keterangan:
  • F : gaya (N atau dn)
  • m : massa (kg atau g)
  • a : percepatan (m/s2 atau cm/s2)
Case Study
Sebelum melanjutkan materi, coba ujilah pemahamanmu tentang gaya dengan menjawab soal-soal berikut!
  1. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang gaya?
2. Sebutkanlah nama alat ukur dan satuan gaya
3. Jelaskan dua pengaruh gaya pada suatu benda?
4. Sebutkan empat contoh perubahan gerak benda?
5. Sebutkan dua contoh gaya kontak.
6. Sebutkan pula tiga contoh gaya tak kontak!
Gambar Gaya
Gaya merupakan besaran vektor yang memiliki besar dan arah. Gaya bersifat abstrak tidak dapat dilihat. Untuk itu dalam rangak memudahkan pembahasan, maka gaya digambar dengan menggunakan gambar anak panah. Dalam hal ini panjang anak panah menyatakan besarnya gaya, sedangkan arah anak panah menyatakan arah gaya.

Selain itu operasi penjumlaham, pengurangan, perkalian maupun pembagian harus menggunakan atuan vektor. Pada contoh di atas, arah gaya adalah sudut terhadap sumbu x, sedangkan besar gaya F dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut.

Jawaban soal latihan
1. Gaya adalah suatu tarikan atau dorongan.
2. Alat ukur gaya adalah dinamometer (neraca pegas) sedangkan satuannya adalah N (Newton).
3. Gaya dapat merubah bentuk benda dan dapat merubah gerak (kecepatan) benda.
4. Contoh perubahan gerak:
  • Benda diam menjadi bergerak.
  • Bergerak lambat menjadi cepat.
  • Bergerak cepat menjadi lambat.
  • Benda bergerak menjadi berhenti.
5. Contoh gaya kontak gaya otot/mesin dan gaya gesek.
6. Contoh gaya tak kontak diantaranya gaya gravitasi, gaya lsitrik dan gaya magnet
Sumber
http://id.wikibooks.org/
http://www.elsmandagiri.com/

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Suatu benda dikatakan melakukan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) jika percepatannya selalu konstan. Percepatan merupakan besaran vektor (besaran yang mempunyai besar dan arah). Percepatan konstan berarti besar dan arah percepatan selalu konstan setiap saat. Walaupun besar percepatan suatu benda selalu konstan tetapi jika arah percepatan selalu berubah maka percepatan benda tidak konstan. Demikian juga sebaliknya jika arah percepatan suatu benda selalu konstan tetapibesar percepatan selalu berubah maka percepatan benda tidak konstan.
Karena arah percepatan benda selalu konstan maka benda pasti bergerak pada lintasan lurus. Arah percepatan konstan = arah kecepatan konstan = arah gerakan benda konstan = arah gerakan benda tidak berubah = benda bergerak lurus.Besar percepatan konstan bisa berarti kelajuan bertambah secara konstan atau kelajuan berkurang secara konstan. Ketika kelajuan benda berkurang secara konstan, kadang kita menyebutnya sebagai perlambatan konstan. Untuk gerakan satu dimensi (gerakan pada lintasan lurus), kata percepatan digunakan ketika arah kecepatan = arah percepatan, sedangkan kata perlambatan digunakan ketika arah kecepatan dan percepatan berlawanan.
Misalnya mula-mula mobil diam. Setelah 1 detik, mobil bergerak dengan kelajuan 2 m/s. Setelah 2 detik mobil bergerak dengan kelajuan 4 m/s. Setelah 3 detik mobil bergerak dengan kelajuan 6 m/s. Setelah 4 detik mobil bergerak dengan kelajuan 8 m/s. Dan seterusnya… Tampak bahwa setiap detik kelajuan mobil bertambah 2 m/s. Kita bisa mengatakan bahwa mobil mengalami percepatan konstan sebesar 2 m/s per sekon = 2 m/s2.
Contoh 2 : Besar perlambatan konstan (kelajuan benda berkurang secara konstan)
Misalnya mula-mula benda bergerak dengan kelajuan 10 km/jam. Setelah 1 detik, benda bergerak dengan kelajuan 8 km/jam. Setelah 2 detik benda bergerak dengan kelajuan 6 km/jam. Setelah 3 detik benda bergerak dengan kelajuan 4 km/jam. Setelah 4 detik benda bergerak dengan kelajuan 2 km/jam. Setelah 5 detik benda berhenti. Tampak bahwa setiap detik kelajuan benda berkurang 2 km/jam. Kita bisa mengatakan bahwa benda mengalami perlambatan konstan sebesar 2 km/jam per sekon.
Perhatikan bahwa ketika dikatakan percepatan, maka yang dimaksudkan adalahpercepatan sesaat. Demikian juga sebaliknya, ketika dikatakan percepatan sesaat, maka yang dimaksudkan adalah percepatan. Nah, dalam gerak lurus berubah beraturan (GLBB), percepatan benda selalu konstan setiap saat, karenanya percepatan benda sama dengan percepatan rata-ratanya. Jadibesar percepatan = besar percepatan rata-rata. Demikian juga, arah percepatan = arah percepatan rata-rata.
Dalam kehidupan sehari-hari sangat sulit ditemukan benda yang melakukan gerak lurus berubah beraturan, di mana perubahan kecepatannya terjadi secara teratur, baik ketika hendak bergerak dari keadaan diam maupun ketika hendak berhenti. walaupun demikian, banyak situasi praktis terjadi ketika percepatan konstan/tetap atau mendekati konstan, yaitu jika percepatan tidak berubah terhadap waktu (ingat bahwa yang dimaksudkan di sini adalah percepatan tetap, bukan kecepatan).
Contoh GLBB
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan kecepatan v yang berubah setiap saat karena adanya percepatan yang tetap. Dengan kata lain benda yang melakukan gerak dari keadaan diam atau mulai dengan kecepatan awal akan berubah kecepatannya karena ada percepatan (a= +) atau perlambatan (a= -).
Pada umumnya GLBB didasari oleh Hukum Newton II ( F = m . a).
vt = v0 + a.t
vt2 = v02 + 2 a S
S = v0 t + 1/2 a t2
vt = kecepatan sesaat benda
v0 = kecepatan awal benda
S = jarak yang ditempuh benda
f(t) = fungsi dari waktu t
V = ds/dt = f (t)
a = dv/dt = tetap
Syarat : Jika dua benda bergerak dan saling bertemu maka jarak yang ditempuh kedua benda adalah sama.
Sumber
http://id.wikibooks.org/
http://azzakadarwati.wordpress.com

Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Suatu benda dikatakan melakukan gerak lurus beraturan jika kecepatannya selalu konstan. Kecepatan konstan artinya besar kecepatan alias kelajuan dan arah kecepatan selalu konstan. Karena besar kecepatan alias kelajuan dan arah kecepatan selalu konstan maka bisa dikatakan bahwa benda bergerak pada lintasan lurus dengan kelajuan konstan. Misalnya sebuah mobil bergerak lurus ke arah timur dengan kelajuan konstan 10 m/s. Ini berarti mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 10 meter setiap sekon. Karena kelajuannya konstan maka setelah 2 sekon, mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 20 meter, setelah 3 sekon mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 30 meter… dan seterusnya… bandingkan dengan gambar di samping. Perhatikan besar dan arah panah. Panjang panah mewakili besar kecepatan alias kelajuan, sedangkan arah panah mewakili arah kecepatan. Arah kecepatan mobil = arah perpindahan mobil = arah gerak mobil.
Perhatikan bahwa ketika dikatakan kecepatan, maka yang dimaksudkan adalahkecepatan sesaat. Demikian juga sebaliknya, ketika dikatakan kecepatan sesaat, maka yang dimaksudkan adalah kecepatan.
Ketika sebuah benda melakukan gerak lurus beraturan, kecepatan benda sama dengan kecepatan rata-rata. Kok bisa ya ? yupz. Dalam gerak lurus beraturan (GLB) kecepatan benda selalu konstan. Kecepatan konstan berarti besar kecepatan (besar kecepatan = kelajuan) dan arah kecepatan selalu konstan. Besar kecepatan atau kelajuan benda konstan atau selalu sama setiap saat karenanya besar kecepatan atau kelajuan pasti sama dengan besar kecepatan rata-rata.
Grafik Gerak Lurus Beraturan
Grafik sangat membantu kita dalam menafsirkan suatu hal dengan mudah dan cepat. Untuk memudahkan kita menemukan hubungan antara Kecepatan, perpindahan dan waktu tempuh maka akan sangat membantu jika digambarkan grafik hubungan ketiga komponen tersebut.
Grafik Kecepatan terhadap Waktu (v-t)
perhatikan grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) di samping.
Besar kecepatan benda pada grafik di atas adalah 3 m/s. 1, 2, 3 dstnya adalah waktu tempuh (satuannya detik). Amati bahwa walaupun waktu berubah dari 1 detik sampai 5, besar kecepatan benda selalu sama (ditandai oleh garis lurus).
Bagaimana kita mengetahui besar perpindahan benda melalui grafik di atas ? luas daerah yang diarsir pada grafik di atas sama dengan besar perpindahan yang ditempuh benda. Jadi, untuk mengetahui besarnya perpindahan, hitung saja luas daerah yang diarsir. Tentu saja satuan perpindahan adalah satuan panjang, bukan satuan luas.
Dari grafik di atas, v = 5 m/s, sedangkan t = 3 s. Dengan demikian, besar perpindahan yang ditempuh benda = (5 m/s x 3 s) = 15 m. Cara lain menghitung besar perpindahan adalah menggunakan persamaan GLB. s = v t = 5 m/s x 3 s = 15 m.
Persamaan GLB yang kita gunakan untuk menghitung besar perpindahan di atas berlaku jika gerakan benda memenuhi grafik tersebut. Pada grafik terlihat bahwa pada saat t = 0 s, maka v = 0. Artinya, pada mulanya benda diam, baru kemudian bergerak dengan kecepatan sebesar 5 m/s. Padahal dapat saja terjadi bahwa saat awal kita amati benda sudah dalam keadaan bergerak,
Pada gerak luru beraturan, berlaku persamaan :

dengan
v = kecepatan (m/s)
s = perpindahan (m)
t = waktu yang diperlukan (s)
Dari persamaan itu, dapat dicari posisi suatu benda yang dirumuskan dengan :
s = v.t
Contoh soal GLB
Sebuah mobil bergerak di sebuah jalan tol. Pada jarak 5 kilometer dari pintu gerbang tol, mobil bergerak dengan kelajuan tetap 90 km/jam selama 20 menit. Tentukan :
a. jarak yang ditempuh mobil selama 20 menit
b. posisi mobil dari gerbang jalan tol
Penyelesaian
jarak mula-mula s0 = 5 km
kecepatan (v) = 90 km/jam
waktu (t) = 20 menit = 1/3 jam
a. jarak yang ditempuh mobil selama 20 menit
s = v. t = (90 km/jam).(1/3 jam) = 30 km
b. posisi mobil dari gerbang jalan tol
s = s0 + v.t = 5 + 30 = 30 km
Catatan:
  1. Untuk mencari jarak yang ditempuh, rumusnya adalah .
  2. Untuk mencari waktu tempuh, rumusnya adalah .
  3. Untuk mencari kecepatan, rumusnya adalah .
Kecepatan rata-rata
Rumus:
Daftar Pustaka
http://id.wikibooks.org
http://azzakadarwati.wordpress.com/
http://arsyadriyadi.blogspot.com/

Saturday, May 4, 2013

Ini Robot Tercanggih 2013 dengan 120 Kepakan/detik

Hari yang indah dikejutkan dengan munculnya serangga-serangga aneh dari sebuah laboratorium robotika di Harvard. Ukurannya setengah penjepit kertas dengan berat kurang dari sepersepuluh gram. Cukup dengan lompatan beberapa inci iapun terbang melesat di udara sepanjang rute yag ditetapkan.
Taukah anda bahwa inilah hasil penelitian pajang selam satu decade yang dilakukan oleh para peneliti di Harvard School of Enginering dan imu pengetahuan terapan (SEAS). Dan institute Wyss untuk rekayasa biologi di Harvard.
Ini adalah apa yang telah saya lakukan selam 12 tahun dengan sungguh-sungguh. Kata Robert J. Wood, Charles River Professor Teknik dan Ilmu Pengetahuan Terapan SEAS, yang didukung Proyek RoboBee.
Terinspirasi oleh biologi lalat, dengan anatomi sub millimeter, dengan dua sayap tipis yang jarak dekatpun nyaris tak terlihat, dengan kepakan 120 kali per detik, perangkat kecil ini bukanlah sekedar sebagai ujung tombak micro manufacturing dan system control, melainkan sekaligus sebagai inovasi yang lebih maju dalam bidang ini yang pernah dilakukan oleh puluhan peneliti di Harvard selama bertahun-tahun.
"Kami harus mengembangkan solusi awal, untus semuanya", jelas wood." Kami telah mendapatkan satu komponen kerja. Dan ketika melanjutkanya, akan muncul 5 maslah baru. Ini adalah target selanjutnya.
Otot untuk terbang misalnya. Tidak dalam kemasan untuk robot ukuran jari manusia." Bobot berbodi besar dapat dijalankan dengan motor elektromagnetik. Tapi untuk robot sekala kecil anda harus memilki aternatif, dan itu bukan salah satu alternatifnya ". Kata rekan penulis Kevin Y. Ma, seorang mahasisa pasca sarjana di SEAS.
Si robot mungil ini mengepakkan sayap dengan prinsip actuator piezoelektrik.. strip dari keramik mengalami pelebar dan terjadi kontak ketika medan listrik ada. Engsel tipis dari plastik tertanam dalam kerangka bodi dari serat karbon dan berfungsi sebagai sendi. Dan system kontrol yang halus serta seimbang memerintahkan gerak rotasi dalam robot untuk mengepakkan sayap. Dengan masing-masing sayap dikotrol secara independent.
Hebatnya lagi pengaruh tekanan udara pada saat terbang memerlukan reaksi dan system control yang stabil.
Robot ini juga memanfaatkan teknik manufaktur cerdas Pop-Up. Yang sebelumnya telah dikembangkan pada tahun 2011 oleh tim Wood. Tentunya dengan kerja yang telaten menghasilkan bahan dengan kombinasi yang baru untuk menghasilkan perangkat yang presisi untuk kecapatan yang tinggi ini.
Robot yang dalam enam bulan sudah menghasilkan setidaknya 20 jenis prototype ini bisa digunakan untuk kamera pemantau lingkungandan penyelamatan bahkan bisa digunakan untuk membantu penyerbukan tanaman secara alami. Asal jagan dipakai untuk mengintai musuh untuk perang dong…
Tinggal lebih meningkatkan manuver dan juga cadangan energy agar bisa lebih leluasa dalam setiap pemanfaatannya.

Nah sisa Indonesia nih! Kapan Buat Robot canggihnya jangan Line detector truzz..oke..

Friday, May 3, 2013

Download Materi Fisika SMA Kelas X Bag. 1

Biasa Takut mengahadapi Pelajaran Fisika?, mari buat Fisika menjadi Lebih Mudah!
Sebelum Belajar di ruang kelas baiknya kalau belajar dulu sebagai bekal agar pelajaran dikelas lebih mudah dipahami
Ni Link Downloadnya? Oke…..

Cara download,
  1. Klik judul, maka anda akan terhubung dengan Ziddu
  2. Lalu Klik download
  3. Selanjutnya isi kode verifikasi, dan jangan Lupa hilangkan tanda centang pada kotak kecil agar bukan software lain yang didownload

    Finish...selamat melanjutkan perjuangan anda mencintai Fisika!!!!

Thursday, May 2, 2013

Katanya Fisika itu Sulit! Coba Trik mudah Belajar Fisika

Pelajaran apa yang paling susah? Fisika, inilah jawaban rata-rata ketika kita masih di bangku SMP dan SMA. Kenapa bisa seperti itu, lalau kenapa ada sebagian orang yang begiru asik dengan fisika.? Saatnya kita menjadi bagian dari mereka. Nah, untuk itu ada langkah-langkah yang harus dilakukan. Apa saja itu? Ayo simak saja tulisan dibawah ini, 

Tips belajar fisika agar lebih mudah dipahami 

  1. Rubah paradigm sulit menjadi paradigm mudah,
    Mula-mula kita harus mencoba memaksa mindset kita untuk berpikir fisika itu mudah dan menarik. Biasanya dengan membagun motivasi diri. Pentingnya fisika dalam kehidupan sehari-hari, predikat jago fisika adalah orang cerdas, dll itu tergantung diri anda masing-masing.
  2. temukan kondisi yang nyaman
    dapatkan tempat waktu dan Suasana yang nyaman untuk belajar. Misalnya newton dibawah pohon apel dan Einstein di perpustakaanya. Boleh dikamar pribadi yang di buat senyaman mungkin atau di taman dll.
  3. Belajar mulai dari gejala fisis dan konsepnya
    Semua bidang kajian fisika adalah gejala fisis sehari-hari yang sebenarnya kita sudah pahami kondisi umunya. Nah setelah itu barulah mencoba memahami konsep yang telah tersusun secara sistematis oleh penulis buku,( kalau belajar dari buku).
  4. hubungkan dengan pengetahuan fisika yang diketahui sebelumnya
    materi dalam bidang fisika adalah memiliki keterkaitan satu sama lain. Mungkin saja dalam satu objek dikaji dengan multi prespektif cabang ilmu fisika. Namun sebenarnya itu hanyalah cara agar kita dapat memdang suatu gejala dengan cara pandang yang menyeluruh. Jadi penting ketika belajar suatu bidang baru maka coba temukan keterkaita dengan yang lainya.
  5. Coba dari soal dasar dan sederhana
    setelah dipahami konsepnya dari gejala sehari-hari kita melangkah menuju latihan soal. Eitsss…tapi yang sederhana dulua biar pikiranya tidak langsung KO kalau mengerjakan soal, kecuali sudah bagus dasarnya bolehlah langsung. Biasanya kalau anda sudah mampu mengerjakan soal yang sederhana anda akan mendapatkan kenikmatan tersendiri ketika berhasil untuk mengerjakan soal. Dan saya yakin anda akan ketagihan, plus iming-iming jadi jago fisika di kelas.
  6. coba soal-sola sulit.
    Misalnya level soal di kelas kira-kira level 8. Kita harus punya target level 10 untuk soal yang harus diatasi. Kalau terbiasa latihan keras kan, begitu dapat pertandingan ringan akan bisa dijalankan dengan mudah. Oke. Jadi anda kan menjadi bintang baru bidang fisika dikelas.
  7. Jangan menghafal rumus
    Ini adalah pantangan bagi fisikawan yang ingin berkembang. Rumus harus dipahami jagan dihafal. Tapi kalau anda lagi kepepet mau ujian dan belum dipahami juga. Ada trik menghafal. Caranya temple rumus yang berkaitan dengan fiska yang diperlukan di sekita tempat tidur anda. Yang paling tok cer…tepat diatas tempat tidur anda. Sehingga saat ingin tidu anda akan selalu terbayang rumus-rumus itu. Seperti hantulah bgt….
  8. Belajar bersama
    Ini adalah point tepengting dari trik ini. Diperlukan jaringan suportif untuk belajar fisika. Misalnya anda dan teman-teman anda kesulitan belajar fisika. Dengan motivasi bangkit dari keterpurukan dan dominasi sesorang, maka anda dan kawan anda harus bangkit untuk menjadi fisikawan handal yang baru. Ingat megerjakan soal harus bersama-sama agar kalian bisa saling belajar kesalahan masing-masing. Kalau ada yang lebih cerdas, segera batasi dia agar kalian bisa paham juga jagan hanya paham sendiri.





    Terakhir perlakukan fisika dengan cinta….Oke

Saturday, April 27, 2013

Kenapa harus Dimensi dan Angka Penting?

Ini adalah lanjutkan pembahasan sebelumnya
Apa itu dimensi, sebelumnya ini barang ada sejarahnya. Dulu banget, itu para ilmuan ingin menguji apakah rumus yang dibuat apakah sesuai dengan besaran awalnya,
Apakah gaya sama dengan massa dikalikan dengan percepatnya,
Gaya = massa percepatan
= kg m/s2 = kgms-1
Nah untuk menjawab itu lahirlah yang namanya dimensi sebagai symbol fisis.
Definisi Dimensi adalah cara untuk menyusun suatu besaran yang susunannya berdasarkan besaran pokok dengan menggunakan lambang / huruf tertentu yang ditempatkan dalam kurung siku.
Dimensi dari besaran pokok dapat kawan lihat pada tabel postingan sebelumnya. Nih cekidot….
No
Besaran Pokok
Satuan SI
Nama Besaran
Simbol
Nama satuan
Simbol
Dimensi
1. Panjang l Meter m L
2. Massa m Kilogram Kg M
3. Waktu t Sekon s T
4. Suhu T Kelvin K Ɵ
5. Kuat Arus i Ampere A I
6. Intesitas Cahaya L Candela Cd J
7. Jumlah Molekul Zat N Mole Mol N
Dengan mengetahui satuan yang dimilik dari suatu besaran, kawan dapat menentukan rumus dimensi besaran turunan lainnya.
Contoh : Dimensi dari besaran pokok panjang dengan satuan meter adalah [L], dimensi dari besaran pokok Massa dengan satuan kg adalah [M]. Untuk menuliskan dimensi dari besaran turunan dapat kawan lihat sebagai berikut :
  • Massa jenis ((ρ) memiliki satuan kg/m³ dengan dimensi = [M]/[L]³ ditulis [M][L]¯³
  • Kecepatan (v) adalah perubahan posisi benda (perpindahan) tiap satuan waktu mempunyai satuan m/s dengan dimensi = L/T ditulis LT¯¹
  • Percepatan (a) adalah perubahan kecepatan tiap satuan waktu, mempunyai satuan m/s² dengan dimensi = L/T² ditulis LT¯²
Pasti sudah paham tentang dengan dimensi kan….oke
Perlu diingat kalau ada rumus ujilah kebenaranya dengan menggunakan dimensi. Intinya adalah ruas kanan dan kiri harus sama dimensinya. Oke….
Terus gimana dengan angka penting?
Kalau kegiatan mengukur dengan menggunakan alat ukur seperti jangka sorong misalnya, kawan tentu akan memperoleh hasil pengukuran berupa angka-angkakan bukanya huruf-huruf. Sebagai contoh, saat kawan mengukur diameter tabung, kawan mempeoleh angka 3,24 cm. Maka angka 3 dan 2 merupakan angka pasti dan angka 4 merupakan angka taksiran sesuai ketelitian alat ukur.
Itu yang namanya Angka pasti atau eksak merupakan angka hasil pengukuran yang tidak diragukan nilainya. Angka taksiran merupakan angka hasil pengukuran yang masih diragukan nilainya bahasa kerenya masih abu-abu.
Semua angka hasil pengukuran merupakan Angka Penting. Jadi Angka penting terdiri dari angka pasti yang terbaca pada skala alat ukur dan angka taksiran ( perkiraan) yang sesuai dengan tingkat ketelitian alat ukur yang digunakan. Oleh karena itu, jumlah angka penting hasil pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan Mistar, jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup tentunya akan berbeda, sesuai dengan tingkat ketelitian masing-masing alat ukur tersebut. Oke…..
Aturan menentukan jumlah Angka Penting
1. Semua angka bukan nol adalah angka penting. Contoh : hasil pengukuran panjang pensil adalah 21,4 cm. maka jumlah angka pentingnya ada 3 angka penting 2. Semua angka nol yang terletak diantara bukan angka nol, adalah angka penting. Contoh : Hasil menimbang sebuah mangga, adalah 507,09 gram. Pastilah 5 angka penting. 3. semua angka nol yang berguna untuk tempat titik desimal bukan angka penting (letaknya didepan angka bukan nol) nah kalau 0,007 punya 1angka penting , kalau 052 ya 2 angka penting 4. semua angka nol yag terletak dibelakag angka bukan nol yg terakhir, tapi didepan tkawan desimal adalah angka penting. Kayak gini 4560, dia punya 4angka penting, trus kalau 3000, 4 angka penting 5. semua angka nol yang terletak dibelakag angka bukan nol yg terakhir dan dibelakang tkawan desimal adalah angka penting. contoh 65,000 sama dengan 5 angka penting , 7,00 ada 3 angka penting. Eh gimana kalau pake notasi ilmiah Nah ni jawabanya
Jenis Besaran Nilai Banyaknya angka penting
Massa Bumi 5,98 x 1024 kg 3
Massa Elektron 91 x 1031 kg 2
Bilangan Avogadro 6,02 x 1023 partikel/mol 3
Konstanta planck 6,26 x 10-34 J.s 3
Kalau mau dihitung angka penting ingat ya, Ada beberapa ketentuan dalam mengoperasikan angka penting. Ketentuan-ketentuannya antara lain: 
1) Hasil operasi penjumlahan dan pengurangan dengan angka angka penting hanya boleh terdapat satu 
Angka Taksiran saja. Contoh misalnya seperti :  
Angka 0 dan angka 7 di belakang koma adalah angka taksiran. Oleh karena dalam pengoperasian tidak boleh ada 2 angka taksiran, maka hasil penjumlahan tersebut adalah 2,81 (dibulatkan ke atas)
  2) Angka penting pada hasil perkalian dan pembagian, sama banyaknya dengan angka penting yang paling sedikit. Contoh lagi misalnya:  
  Dari operasi perkalian tersebut, angka penting yang paling sedikit berjumlah dua. Oleh karena hasil perkalian maupun pembagian mengandung angka penting yang paling sedikit, maka hasil perkalian kedua bilangan di atas adalah 2,3 

3) Untuk angka 5 atau lebih dibulatkan ke atas, sedangkan angka kurang dari 5 dihilangkan, Jika angkanya tepat sama dengan 5, dibulatkan ke atas jika angka sebelumnya ganjil dan dibulatkan ke bawah jika angka sebelumnya genap. ex : 2,348 ditulis 2.35 2,605 ditulis 2,60 Jadi, gampangkan…..gak perlu dihapal cukup di pahami saja. Oke….

Besaran dan Satuan

Kawan-kawan pasti masih ingat dengan pelajaran smp mungkin kelas 1 ya… atau kelas 7 kalau waktu saya dulu. Nah pada saat itu inti dari pembahasanya seputar pengetahuan umum tenteng besaran satuan, mengukur, besaran pokok , besaran turunan begitu. Nah karena materi yang saya tulis ini untuk SMA kelas 10 nah jadi ada tambahan apa saja itu? Ya termasuk ketidak pastian dalam pengukuran, angka penting dan dimensi, belum tahu kan! Nah kita simak bersama kalau gitu, Review dikit ya. Diantara contoh berikut mana yang termasuk dalam besaran, ? Saya yakin kawan akan menjawab suhu dan kecepatan karena dari tiga pilihan tersebut yang masuk dalam kriteria sesuatu yang dapat diukur atau dapat dinyatakan dalam angka. Sedangkan ketampanan kan susah Cuma penulis yang jelas standar ketampanannya. Tidak mungkin ketampanan ditulis dengan nilai 7 Newton. Jadi besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dalam angka. Kalau satuan apa ya? Nah kalau suhu misalnya ada yang dingin ada yang panas. Nah untuk bisa menyatakannya dengan pasti maka bisa ditentukan dalam angka misalnya 100C atau 200C, maksudnya ada perbandingan antara obyek satu dengan yang lain jadi pembandingnya itulah yang disebut satuan. Jadi satuan adalah pembanding untuk menyatakan suatu besaran. Perlu diketahui dalam SI terdapat 2 sistem satuan yaitu : sistem MKS(meter-kilo-sekon) dan sestim CGS(centi-gram-sekon). Nah tergantung mau pake yang mana tapi harus konsisten ya. Mau pake cgs atau MKS dan ndak boleh di campur kayak es campur. Oke… Nah kalau mengukur kan melakukan pengamatan menggunakan satuan tadi, jadi tinggal di tambah dikit saja jadi Mengukur adalah membandingkan satu besaran dengan besaran yang lain. Mudah kan untuk memahaminya. Jadi ini adalah dasar kita untuk mengamati gejala fisis pada bagian selanjutnya. Oh ya masih ada yang harus di review lagi Besaran pokok dan besaran turunan Langsung saja, Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Didalam System Internasional (SI) terdapat tujuh besaran pokok yang memiliki dimensi dua besaran tambahan yang tidak memiliki dimensi. Yang dimensi di bahas nanti, sekarang kita lihat di table, Table Besaran Pokok dalam SI
No

Besaran Pokok

Satuan SI

Nama Besaran

Simbol

Nama satuan

Simbol

Dimensi

1. Panjang l Meter m L
2. Massa m Kilogram Kg M
3. Waktu t Sekon s T
4. Suhu T Kelvin K Ɵ
5. Kuat Arus i Ampere A I
6. Intesitas Cahaya L Candela Cd J
7. Jumlah Molekul Zat N Mole Mol N

Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besarn pokok. Contoh : Besaran Pokok Panjang mempunyai turunan Luas dan Volume. Beberapa besaran Fisika yang termasuk besaran turunan adalah, Massa jenis, Kecepatan, Percepatan, Berat, gaya, Momentum, Impuls, Momen gaya, Medan Listrik, Usaha, Energi, daya dan masih banyak lagi.

Mau bukti kalau ni turunan dari besaran pokok atau satuanya tersusun dari stuan besaran pokok,

Massa jenis =

= = kg m-3

Gaya = massa percepatan

= kg m/s2 = kgms-1

Nah untuk dimensi dan angka penting setelah ini ya…