Monday, May 20, 2013

Himawan: Fisika itu Teman Bermain


Irwan Syairwan

Kebanyakan orang membayangkan pelajaran fisika itu membosankan. Tapi tidak bagi Himawan Wicaksono Winarto (17). Bagi siswa kelas XII SMAK Saint Albertus (Dempo) Malang, fisika itu adalah teman bermainnya.
Semua faktor kehidupan manusia, lanjutnya, tidak bisa lepas dari fisika. "Tanpa fisika tidak akan ada kehidupan," kata Himawan saat ditemui di sekolahnya, Kamis (16/5/2013).
Himawan yang menyukai fisika sejak SMP ini, bahkan selalu merasa tertantang jika mendapatkan soal atau fenomena fisika yang sulit dijelaskan. "Semakin sulit sebuah soal fisika, malah membuat saya semakin menggebu untuk memecahkannya," sambungnya.
Kecintaan ABG berkacamata ini terhadap ilmu yang dalam bahasa China berarti pola-pola energi hidup (Wu Li), akhirnya membuahkan hasil. Diajang Asian Physics Olimpiade (APhO) di Bogor 5-13 Mei lalu, Himawan berhasil menyabet tiga medali sekaligus. Yaitu medali emas, best experiment, dan absolute winner (juara umum).
Namun begitu, prestasi Himawan ini bukan sebuah kebetulan. Tetapi buah kerja keras selama delapan bulan, yaitu persiapan termasuk karantina. "Kerja keras delapan bulan akhirnya terbayar dengan medali-medali ini," ucapnya sambil menunjukkan medali yang diraihnya.
Diceritakannya, APhO diikuti 145 peserta dari 20 negara Asia. Delegasi Indonesia diwakili delapan siswa, berasal dari Makassar, Pontianak, Jakarta, Jatim dan Magelang. "Dari Jatim ada dua perwakilan, saya dan Fidya Maulida dari SMA 1 Pamekasan," ujarnya.
Himawan yang mengidolakan tokoh fisika Enrico Fermi asal Italia ini, menuturkan ada dua termin ujian pada APhO ini, teori dan praktik. Namun ada satu soal ujian teori, yang paling sulit, yaitu pengaplikasian teori relativitas pada alat GPS.
"Soalnya satu, tapi dipecah perbagian menjadi 15 item. Bahasa matematikanya rumit. Tapi saya selalu suka soal yang sulit dan bisa mengatasinya," tutur Himawan yang mengatakan soal itu sejatinya untuk mahasiswa S3 jurusan Fisika.
Saat ujian praktik, Himawan memperoleh nilai tertinggi setelah berusaha keras memecahkan perhitungan kekuatan tekanan air untuk menggerakan turbin yang nantinya dikonversi menjadi tenaga listrik.
Himawan mengaku mampu menyabet tiga medali sekaligus juara umum karena kekuatan doa. Sebelum memulai mengejakan soal-soal, Himawan selalu menyempatkan beberapa detik untuk berserah diri pada Tuhan. "Disamping persiapan sudah matang, berdoa dan hening sejenak, itu yang membuat saya jadi tidak panik saat mengerjakan soal," ungkapnya yang mengaku pernah melewatkan satu data penting saat ujian praktik.
Prestasi moncer siswa kelahiran asli Malang 16 Agustus 1995 di APhO ini membuat Hongkong University of Science and Technology tertarik merekrutnya. Namun begitu, Himawan yang tahun ini lulus SMA malah mengaku akan menganggur setahun.
"Saya ingin persiapkan diri masuk universitas di Amerika. Setahun ini, saya akan belajar bahasa Inggris supaya lancar," jelas Himawan yang menarget kampus Michigan Institute and Technology (MIT) atau Harvard University sebagai tempatnya kuliah kelak.
Obsesi Himawan adalah, ingin menjadi fisikawan pertama di Indonesia yang meraih nobel. Menurutnya, kemampuan fisikawan di Indonesia ada potensi untuk meraih nobel, jika penelitian-penelitiian fisika semakin sering dilakukan.
Sang ibu, Maria Margareta Liliana membeberkan kebiasaan sehari-hari anak semata wayangnya ini selalu keranjingan bermain game online. Meski begitu, Maria menuturkan Himawan tahu batas ketika sudah bermain game. "Saya biarkan, karena nanti dia pasti berhenti sendiri," imbuhnya.
Furu fisika SMAK Dempo, Kosmas Isdarmadi mengatakan soal fisika Himawan selalu selangkah lebih maju dari anak-anak lain di sekolahnya. Ketika teman-temannya di kelas sedang membahas bab gaya, misalnya, Himawan sudah menuntaskan pelajaran itu sehari sebelumnya. "Dia jadi murid yang paling santai pada pelajaran saya. Kadang, saya minta dia untuk mengajari teman-temannya, yang masih belum paham," tandas Kosmas.
Sumber : Surya, 16 Mei 2013
Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment